NASIONAL

Caleg Stress Pasca Pemilu Ditanggung Negara

Kafe Berita | Selasa, 11 Februari 2014 - 11:18:27 WIB

Ilutrasi (ist)

KafeBerita.com, Jakarta - Calon anggota legislatif (caleg) rentan mengalami stres atau depresi pasca pemilihan umum 2014. Sebab hampir seluruh biaya kampanye dibebankan pada caleg yang maju. Hal itu sesuai dengan ketentuan dalam pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Pemilu Nomor 8 tahun 2012 dimana menganut sistem proporsional terbuka untuk kampanye.

Anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatulloh mengatakan, fenomena caleg stres paska gagal menjadi anggota dewan akan ditanggung oleh negara sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.

"Sesuai UU kesehatan No. 36 tahun 2009, mengamanatkan bahwa kesehatan jiwa itu adalah tanggung jawab negara," kata Poempida di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2014.

Berkenaan dengan akan dilakukanya pemilihan legislatif (Pileg) pada 9 April 2014 mendatang maka tidak bisa dipungkiri hasil buruk yang didapat dalam Pileg nanti akan membuat sejumlah caleg akan mendapatkan pukulan dan stres berat.

Namun demikian menurutnya rumah sakit yang melayani masalah kejiwaan tidak memberi perlakuan dan pelayanan khusus bagi para caleg yang gagal bertarung pemilu nanti.

"Layanan RS mengenai penderita masalah kejiwaan memang wajib. Tapi bukan sekedar untuk caleg gagal saja," ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini pun menilai masalah kejiwaan tidak hanya dalam dunia politik saja namun disegala aspek ketika beban hidup dirasa terlalu berat dan sudah tidak sanggup lagi ditanggung. Hal ini yang memicu seseorang menjadi depresi.

"Karena masalah kejiwaan tidak juga berkenaan dengan masalah politik saja. Tapi dari berbagai aspek kehidupan dapat menyebabkan seseorang itu menderita secara kejiwaan," kata dia.

Icha / Amri